Search This Blog

Friday, January 8, 2016

Inilah kehidupan part II

     

Sebelum saya kebandung,,, saya belum tahu apa-apa. Masih awamlah istilahnya, masih lugu, pendiam, malu-malu dan belum tahu bagaimana hidup berkelana jauh dari orangtua. Kalau ditanya dengan perlakuan paman terhadapku yang sudah membohongiku. Kata siapa saya ga sedih,, ya sedihlah sedih bangeettt. Ga cuma sedih lagi malahan dalam hati ada amarah, benci, sakit hati, campur aduklah semuanya. Tapi saya pikir-pikir lagi, apa gunanya ? Toh ga akan mengubah apa-apa, yang ada malah beban pikiran. Takutnya ntar kalau dipendam-pendam malah jadi timbul dendam lebih baik diikhlasin saja.

     Mungkin sebagian orang pasti berkata begini " kamu bodoh amat membiarkan uangmu ga dibalikin " tapi menurut saya yang bicara demikian dialah yang paling bodoh. Bagi orang seperti itu adalah orang yang picik, cuma mikirin diri sendiri dan hanya mikirin harta. Bagi saya uang ga utama, yang utama itu keluarga. Sekalipun mereka menyakiti atau menyinggung perasaan mereka tetap keluargaku.
     Saya memang belum paham, mengerti makna serta jalan kehidupan ini. Yang saya jalani walau sesakit apapun itu yang kuhadapi harus kulalui dengan sabar. Tak ada jalan yang lurus atau rata pasti ada berliku ditikungan dan berlubang. Dari sinilah saya banyak belajar dari apa yang sudah kualami selama ini. Orang pasti belum tahu derita yang kualami namun biarlah Tuhan menghapusnya. Luka memang luka namun harus dibalut dengan doa tulus.
     Mungkin inilah namanya kehidupan yang harus dilalu dengan berbagai macam ujian dan cobaan. Sekuat apa saya melaluinya disitu hati saya akan terlihat. Saya selalu mengingat nasehat orang tuaku sewaktu aku masih dekat dengan mereka. Sebelum saya berangkat merantau orangtuaku menasehati agar aku ramah, santun pada orangtua siapapun itu. Yang paling kuingat pernah dibilang gini " jika suatu hari nanti kamu mendapatkan tantangan berat ingatlah pesan bapak ibu ini, berdoalah dan jangan kamu menangis tetapi cobalah tersenyum walau hatimu ga sanggup namun hati yang sabar akan mengalahkan kekhawatiran ".
     
     

No comments: