Terkadang dalam pikiran hatiku ga sanggup tuk berjuang sendiri. Apalagi saat ini saya tidak memiliki keluarga ditempatku untuk bertahan mencari sesuap nasi. Tak pernah kubayangkan dulu, sebelum saya pergi merantau jauh dari keluarga berharap hidup ini lebih baik lagi eeeeeehhhh ternyata sama aja malah perasaan lebih parah lagi. Cuma pengalaman hidup makin bertambah. Walaupun dulu masih didepan orang tua masih bisa bercanda tawa. Meskipun sekolah saya harus berjuang sendiri membanting tulang untuk uang sekolah.
Jika saya mengingat-ingat masa lalu, hatiku menangis. Bukannya bermaksud mengungkit yang dulu namun itu hanya sebuah pelajaran. Bagaimana ya bapak ibu dikampung? Apa mereka sehat-sehat saja ? Semoga Tuhan melindungi, memberi kesehatan, pekerjaannya diBerkahi " amin ". Walaupun mereka dulu sangat keras mendidikku, saya ga pernah berpikiran dendam pada kedua orangtuaku. Justru saya sangat berterimakasih atas bimbingan yang sudah mengajariku arti perjuangan.
Saya sudah 10 tahun merantau, pertama dibandung hampir 4 tahun terus kekalimantan barat tepatnya disanggau andam dewi. Disana saya hampir setahun, ga terlalu lama. Setelah pulang dari kalimantan barat saya pulang kampung lalu saya diajak teman kepekanbaru. 1 lebih saya disana, disana juga pahit kurasaka,,, sangat pahit dan saya sangat sakit hati sama teman yang sudah membawa saya kepekanbaru. Kalau saya dulu tau sifatnya seperti itu, saya ga akan mau diajak tapi nasi udah bubur.
Tanggal 22 bulan 7 tahun 2011 saya balik lagi kebandung. Sampai sekarang saya dibandung. Yang saya tak habis pikir begitu bodohnya aku waktu dipekanbaru, apa ga dibilang seperti itu. Ijazah saya tinggal disana padahal aku pulang kesumatra ga nentu, pusing rasanya kepalaku.
No comments:
Post a Comment