HORAS
Anak rantau
Search This Blog
Wednesday, April 5, 2017
Saturday, November 5, 2016
SESALMU
Sudah cukup aku mengalami rasa sakit yang amat menyakitkan
Semua yang kulakukan dan kukorbankan hanya kesia-siaan
Jadi kau jangan datang padaku lagi dengan kata penyesalan
Tak ada gunanya jika cuma hanya sebuah perkataan
Sesalmu tak berarti untukku
Jika hanya kata maaf yang kau inginkan dariku
Maka aku berkata kepadamu
Kamu sudah mendapatkannya itu
Dari awal kau meremukkan hatiku
Dari awal pun aku sudah memaafkanmu
Dari lubuk hatiku paling dalam untukmu
Namun jangan berharap lebih dari itu
Sesalmu hanya peringatan bagiku
Sesalmu hanya pelajaran untukku
Sesalmu hanya pengalaman hurikku
Sesalmu hanya mengungkit perihku
Jangan terulang lagi
Itu takkan mungkin terjadi
Takkan mungkin terjadi
Dan takkan mungkin akan terjadi
Bunga yang gugur layu
Tak mungkin mekar lagi
Tinggallah kenangan sayu
Menjadi bekas yang berduri
By : CeritaHati.net
Semua yang kulakukan dan kukorbankan hanya kesia-siaan
Jadi kau jangan datang padaku lagi dengan kata penyesalan
Tak ada gunanya jika cuma hanya sebuah perkataan
Sesalmu tak berarti untukku
Jika hanya kata maaf yang kau inginkan dariku
Maka aku berkata kepadamu
Kamu sudah mendapatkannya itu
Dari awal kau meremukkan hatiku
Dari awal pun aku sudah memaafkanmu
Dari lubuk hatiku paling dalam untukmu
Namun jangan berharap lebih dari itu
Sesalmu hanya peringatan bagiku
Sesalmu hanya pelajaran untukku
Sesalmu hanya pengalaman hurikku
Sesalmu hanya mengungkit perihku
Jangan terulang lagi
Itu takkan mungkin terjadi
Takkan mungkin terjadi
Dan takkan mungkin akan terjadi
Bunga yang gugur layu
Tak mungkin mekar lagi
Tinggallah kenangan sayu
Menjadi bekas yang berduri
By : CeritaHati.net
Thursday, November 3, 2016
43
Jalan berdebu tersiram air hujan yang turun membasahi bekas kaki
Langkah yang lunglai menginjak tak ada bekas tertinggal bersih
Otak memendam risau tak dapat berpikir dengan jernih
Seolah-olah hati tak dapat menerima penuh caci maki
Ingin rasanya teriak menghilangkan rasa kesesakan
Beban yang lama tersimpan membuat jiwa tidak ada ketenangan
Merusak ceria menjadi mengakar sampai dendam merusakkan
Membuang rasa yang sakit belum bisa mengobati
Mencari penawar masih dalam angan yang mengurai
Dunia kejam bersembunyi diseluk beluk diresah menceraikan
Kapan berakhir jangan sampai jadi sumbu pembakar api
Tuesday, July 5, 2016
KISAHKU
Seiring dengan waktu yang sudah lama berlalu, banyak hal-hal yang jarang kulihat dalam hidup. Dulu sebelum saya merantau jauh dari orangtua disumatera utara sana, pergi kebandung untuk mencari pengalaman hidup. Saya pikir hidup itu tak sesakit ini, namun setelah saya jalani lama kelamaan baru aku mengerti dan berkata dalam hati " beginikah hidup yang harus dijalani yang sesungguhñya". Betul apa yang dikatakan orangtuaku dulu " bahwa hidup itu penuh perjuangan dan jangan pernah putus asa, terus berjuang sampai impian yang diinginkan terwujud". Ya memang tidak selalu yang diharapkan dapat terwujud tetapi jika berusaha terus mudah-mudahan akan membuahkan hasil. Sangat sakit memang jauh dari orangtua, apalagi tinggal dirumah orang lain. Tempat mengadu untuk mencurahkan isi hati cerita apa yang sudah kualami. Sangat sulit,,, benar-benar sulit akan tetapi itu yang membuatku kuat dan pantang menyerah.
Ada nasehat orangtuaku yang tak pernah saya lupakan yaitu santun, patuh pada orangtua dan bijak. Baru saat ini saya menyadari bahwa ada pepatah mengatakan " sesakit-sakitnya tinggal didekat orangtua lebih sakit tinggal didekat orang lain". Saya fikir dulu pepatah itu hanyalah sebuah "KATA" ternyata itu sungguhan. Artinyapun dalam setelah saya mengalaminya sendiri ditempat rantauku. Sungguh saya tidak pernah menyadarinya sebelumnya sampai saya mengalaminya.
Saya sudah hampir 10 tahun merantau meninggalkan kampung halaman. Baru tiga kali aku pulang menemui orangtua dan saudara-saudaraku disibolga. Kebetulan saya disumatera utara nama kampungku Sibolga,,, Sibolga itu kota kecil kota melayu pesisir berbatasan dengan sabang aceh, dari sanalah saya.sudah empat kota yang kujalani selama saya merantau. Mulai dari kalimantan barat, jakarta, pekan baru sampai bandung. Ditempat itulah saya mengasah diri, menimba pengalaman bagaimana cara menjalani hidup dengan sendiri. Waktu dikalimantan barat saya tinggal dirumah paman disanggau meskipun sebentar. Hampir satu bulan sampai pada akhirnya saya dibawa ketempat pamanku bekerja diperkebunan kelapa sawit PTPN. Diperusahaan salah satu BUMN , Jabatan pamanku disana sebagai Assisten Manager.
Walau demikian saya tidak berharap mendapat pekerjaan bagus, menurut orang saya lanyak mendapat pekerjaan yang baik karena jabatan pamanku. Namun saya tidak mau memanfaatkanya , mungkin ada yang ga percaya pekerjaan saya disana dulu pertama jadi kuli membersihkan parit tiap hari. Sampai saya mengajukan jadi karyawan pemanen buah sawit. Saya mengakui, saya tidak tahan dengan pekerjaan itu. Saya bekerja disana selama 1 tahun saja dikarenakan dadaku terasa sakit.
Sebenarnya saya tidak ingin mengecewakan pamanku, tetapi saya ga sanggup lagi. Hingga akhirnya saya pulang kampung kesumatera utara, nahh,,, disanalah saya diajak temanku ke pekanbaru. Saya pergilah ikut temanku ini kepekanbaru berharap dapat pekerjaan. Hari pertama saya ikut jadi kuli bangunan bersama teman dan orangtuanya. Saya tahu orangtua temanku ini cerewet seperti ibu-ibu. Orangtua temanku ini agak kejam sifatnya sungguh saya sampai sekarang ga tahu mau ngomong apa. Selama saya tinggal dengan mereka saya sangat sakit hati banget, dengan tidak merasa bersalah mereka menzolimiku ntah apa salahku.
Bersambung.......................!!!!!
Ada nasehat orangtuaku yang tak pernah saya lupakan yaitu santun, patuh pada orangtua dan bijak. Baru saat ini saya menyadari bahwa ada pepatah mengatakan " sesakit-sakitnya tinggal didekat orangtua lebih sakit tinggal didekat orang lain". Saya fikir dulu pepatah itu hanyalah sebuah "KATA" ternyata itu sungguhan. Artinyapun dalam setelah saya mengalaminya sendiri ditempat rantauku. Sungguh saya tidak pernah menyadarinya sebelumnya sampai saya mengalaminya.
Saya sudah hampir 10 tahun merantau meninggalkan kampung halaman. Baru tiga kali aku pulang menemui orangtua dan saudara-saudaraku disibolga. Kebetulan saya disumatera utara nama kampungku Sibolga,,, Sibolga itu kota kecil kota melayu pesisir berbatasan dengan sabang aceh, dari sanalah saya.sudah empat kota yang kujalani selama saya merantau. Mulai dari kalimantan barat, jakarta, pekan baru sampai bandung. Ditempat itulah saya mengasah diri, menimba pengalaman bagaimana cara menjalani hidup dengan sendiri. Waktu dikalimantan barat saya tinggal dirumah paman disanggau meskipun sebentar. Hampir satu bulan sampai pada akhirnya saya dibawa ketempat pamanku bekerja diperkebunan kelapa sawit PTPN. Diperusahaan salah satu BUMN , Jabatan pamanku disana sebagai Assisten Manager.
Walau demikian saya tidak berharap mendapat pekerjaan bagus, menurut orang saya lanyak mendapat pekerjaan yang baik karena jabatan pamanku. Namun saya tidak mau memanfaatkanya , mungkin ada yang ga percaya pekerjaan saya disana dulu pertama jadi kuli membersihkan parit tiap hari. Sampai saya mengajukan jadi karyawan pemanen buah sawit. Saya mengakui, saya tidak tahan dengan pekerjaan itu. Saya bekerja disana selama 1 tahun saja dikarenakan dadaku terasa sakit.
Sebenarnya saya tidak ingin mengecewakan pamanku, tetapi saya ga sanggup lagi. Hingga akhirnya saya pulang kampung kesumatera utara, nahh,,, disanalah saya diajak temanku ke pekanbaru. Saya pergilah ikut temanku ini kepekanbaru berharap dapat pekerjaan. Hari pertama saya ikut jadi kuli bangunan bersama teman dan orangtuanya. Saya tahu orangtua temanku ini cerewet seperti ibu-ibu. Orangtua temanku ini agak kejam sifatnya sungguh saya sampai sekarang ga tahu mau ngomong apa. Selama saya tinggal dengan mereka saya sangat sakit hati banget, dengan tidak merasa bersalah mereka menzolimiku ntah apa salahku.
Bersambung.......................!!!!!
Ayat mas
Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24)
Hukum taurat
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)
Friday, June 3, 2016
DERITA YANG TAK DAPAT KUINGAT LAGI
Pagi menjelang siang begitu indah binar-binar cahaya mentari ditemani sejuknya angin sepoi-sepoi bertiup dengan lembutnya. Aktifitas setiap saat menanti menyelesaikan kewajiban yang harus dijalani. Disini,,, ditempat dimana aku mencari jati diri yang dipenuhi tantangan hidup. Sudah lama rasanya kutinggalkan kampung halaman jauh dari kedua orangtua. Seperti mentari yang tak dapat disentuh hanya panasnya kurasakan menerpa seluruh tubuh. Aku sangat bersedih ketika mengingat semua kisah yang tak terlupa dari otakku selamanya. Walau aku sering berusaha untuk menghancurkannya dari pikiranku. Jujur aku ingin sekali lepas dari beban itu yang selalu menggangguku. Tetapi yang jadi persoalannya semakin aku melawan tuk membuangnya, semakin kuat pula menyiksaku. Memang tak semudah yang dibayangkan untuk menghilangkannya.
Yang aku heran dan dalam otakku bertanya-tanya " kenapa sudah puluhan tahun berlalu, kisah itu selalu ada dan ada". Aku pergi dari kampung halaman berharap semua hilang begitu saja. Yang selalu membuatku tidak bisa lupa semasa kecilku yang suram. Begitu memperhatinkan jika aku ingat-ingat. Terkadang aku menangis dalam hati ketika mengingat yang sudah berlalu. Ingin kutulis semuanya namun aku takut mengingat dan nantilah aku menceritakannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)