Inilah tempat kerjaku mulai dulu sampai sekarang. Disinilah aku mencari makan sampai bertahan hidup. Hidup memang sebuah teka-teki yang tak dapat ditebak siapa saja. Jika mengensi perjalanan hiduk tidak ada yang dapat mengetahui kapan kita jadi sukses, kapan kita jatuh dan kapan kita terpuruk. Kalau ada yang dapat meramalkan masa depan serta mempercayainya, menurut saya itu bodoh. Tetapi kalau berusaha dengan kerja keras ya kemungkinan hidup kita lebih baik.
Hari ini saya ingin menceritakan pengalaman saya ditempat perantauanku. Saya berasal dari sumut dipinggiran kota, nama kota saya disumut sana adalah sibolga. Sibolga nauli yang sangat indah tapi sayangnya kurang perhatian dari pemerintah.
Kenapa saya jadi ngomongin kampung saya ya heeeheehee maklumlah dah 5 tahun ga pulkam jadinya kangen. Ya udah saya langsung aja bercerita mula saya merantau tahun 2007 yang lalu sampai sekarang. Perantauan saya yang pertama dibandung jalan andir-dayeuhkolot, katanya sejarah bandung itu bermula beribu kota di dayeuhkolot jadi tempa saya ada di ibu kota yang sudah ditinggalkan. pengalaman saya dibandung yang ga pernah bisa saya lupakan seumur hidupku adalah waktu saya bekerja kuli banguna dicikaso jalan ciliwung. Dulu saya ikut pamanku tapi coba anda bayangkan gaji 6 bulan ditahan pamanku itu sampai sekarang ga pernah lagi diungkit2 sampai pamanku itu pergi ke kalimantan.
Itu memang aib bagi keluargaku tetapi harus kuungkapkan melalui blog ini agar semua orang belajar dari pengalamanku ini. Orang tuaku pernah kukasih tahu kejadian yang kualami namun mereka menasehatiku agar mengiklaskannya. Mendengar nasehat orang tuaku waktu itu hatiku hancur, ga menerimanya. Namun aku merenungkan semua perkataan bapak ibuku memang benar ga mungkin uangku itu balik lagi. Jadi mulai dari situ saya dibawa orang ketempatnya untuk bekerja dipabrik benang. Diingatanku masih terngiang nasihat orangtuaku dulu waktu saya masih disamping mereka " sesakit-sakitnya didepan orang tua lebih h sakit lagi didepan orang lain". Walaupun demikian saya ga pernah berfikira untuk menaruh dendam sama pamanku apalagi untuk memusuhiny saya tidak akan melakukannya. Bagai manapun pamanku juga keluargaku.
Bersambung ~~~~~~~~~~

No comments:
Post a Comment