Search This Blog

Tuesday, December 29, 2015

POLITIK YANG SURAM

     Sebelumnya saya minta maaf jika adayang tersinggung dengan artikel ini, tapi ini harus kita bahas dengan bersama. Saya sebagai rakyat indonesia yang kita bangga-banggakan dan kita sayangi. Telah kita saksikan dengan jelas dengan terang-terangan para pejabat kita merampas, mencuri, korupsi, mereka-mereka dengan gagah bangganya mereka melakukan hal yang merugikan masyarakat. Tidak ada lagi terlihat budanya malu. Mereka para pejabat kita bukannya miskin harta tapi miskin hati nurani dengan serakahnya memanfaatkan rakyat untuk melakukan suap.
    Bukan hanya suap korupsi yang membuat hati saya menjadi miris serta prihatin melihatnya, tetapi sikap pengamat-pengamat kita yang suka nyari muka. Pengamat kita ini nyari perhatian, apapun dilakukan demi kepentingannya sendiri. Seharusnya kalau benar pengamat kita memang cerdas dan pintar pemikirannya, kan seharusnya pendapatnya disampaikan kepemerintah yaitu langsung kepresiden. Diterima atau ga diterima itu hal yang wajar. Namun sebaliknya ketidak bijakan para pengamat dan pejabat kita ditunjukkan langsung kemasyarakat seakan masyarakat itu bodoh.





     Ada yang tahu gedung apa , ada yang tahu ga ??? Yaapp betul, ini gedung DPR. Digedung ini banyak teka-teki, rahasia, skandal #papamintasaham, dan sebagainya. Inilah yang membuktikan betapa suramnya politik dinegara kita ini. Yang jadi korban rakyat juga, mereka berpura-pura seakan melindungi rakyat padahal kenyataannya mereka hanya mementingkan diri sendiri.  Dalam otak saya sudah lama tersimpan tanda tanya yang belum saya paparkan. Pertanyaan saya selama ini ialah kita sudah lama merdeka, tanah dinegeri ini subur, hamparan sawah ada dimana-mana tetapi kenapa masyarakat kita banyak yang ga mampu, kelaparan, banyak pengemis dan masih banyak lagi jika kita perhatikan.
     Apakah ini yang dinamakan adil, kemakmuran itu dimana , apakah kemakmuran itu hanya ada pada pejabat atau pada orang berada atau pada orang tertentu saja?. Kita sudah merdeka 70 tahun lebih sebentar lagi akan 71 tahun usia negara ini tetapi kemajuan tidak pernah tercapai. Saya berfikir kalau hal ini tidak terwujud sampai kapan negeri kita ini mengalami kemiskinan , apa harus nunggu sampa kapan , sampai negeri ini hancur.
     Coba kita perhatikan sekali lagi gedung DPR yang megah dan mewah. Orang-orang yang didalamnya meminta gedung baru super mewah, fasilitas lengkap, makanan mewah, apa mereka ga sadar bahwa masyarakatnya banyak yang masih sengsara. Memang mereka urat malunya sudah tidak ada. Mereka menikmati ditempat yang nyaman sedangkan rakyatnya ntah dimana tinggal, sungguh menyedihkannya.
     Semoga artikel saya ini banyak yang baca dan pejabat kita sadar bahwa mereka dipilih bukan untuk dilanyani melainkan melanyani untuk kesejahteraan rakyat indonesia.

No comments: