Seiring dengan waktu yang sudah lama berlalu, banyak hal-hal yang jarang kulihat dalam hidup. Dulu sebelum saya merantau jauh dari orangtua disumatera utara sana, pergi kebandung untuk mencari pengalaman hidup. Saya pikir hidup itu tak sesakit ini, namun setelah saya jalani lama kelamaan baru aku mengerti dan berkata dalam hati " beginikah hidup yang harus dijalani yang sesungguhñya". Betul apa yang dikatakan orangtuaku dulu " bahwa hidup itu penuh perjuangan dan jangan pernah putus asa, terus berjuang sampai impian yang diinginkan terwujud". Ya memang tidak selalu yang diharapkan dapat terwujud tetapi jika berusaha terus mudah-mudahan akan membuahkan hasil. Sangat sakit memang jauh dari orangtua, apalagi tinggal dirumah orang lain. Tempat mengadu untuk mencurahkan isi hati cerita apa yang sudah kualami. Sangat sulit,,, benar-benar sulit akan tetapi itu yang membuatku kuat dan pantang menyerah.
Ada nasehat orangtuaku yang tak pernah saya lupakan yaitu santun, patuh pada orangtua dan bijak. Baru saat ini saya menyadari bahwa ada pepatah mengatakan " sesakit-sakitnya tinggal didekat orangtua lebih sakit tinggal didekat orang lain". Saya fikir dulu pepatah itu hanyalah sebuah "KATA" ternyata itu sungguhan. Artinyapun dalam setelah saya mengalaminya sendiri ditempat rantauku. Sungguh saya tidak pernah menyadarinya sebelumnya sampai saya mengalaminya.
Saya sudah hampir 10 tahun merantau meninggalkan kampung halaman. Baru tiga kali aku pulang menemui orangtua dan saudara-saudaraku disibolga. Kebetulan saya disumatera utara nama kampungku Sibolga,,, Sibolga itu kota kecil kota melayu pesisir berbatasan dengan sabang aceh, dari sanalah saya.sudah empat kota yang kujalani selama saya merantau. Mulai dari kalimantan barat, jakarta, pekan baru sampai bandung. Ditempat itulah saya mengasah diri, menimba pengalaman bagaimana cara menjalani hidup dengan sendiri. Waktu dikalimantan barat saya tinggal dirumah paman disanggau meskipun sebentar. Hampir satu bulan sampai pada akhirnya saya dibawa ketempat pamanku bekerja diperkebunan kelapa sawit PTPN. Diperusahaan salah satu BUMN , Jabatan pamanku disana sebagai Assisten Manager.
Walau demikian saya tidak berharap mendapat pekerjaan bagus, menurut orang saya lanyak mendapat pekerjaan yang baik karena jabatan pamanku. Namun saya tidak mau memanfaatkanya , mungkin ada yang ga percaya pekerjaan saya disana dulu pertama jadi kuli membersihkan parit tiap hari. Sampai saya mengajukan jadi karyawan pemanen buah sawit. Saya mengakui, saya tidak tahan dengan pekerjaan itu. Saya bekerja disana selama 1 tahun saja dikarenakan dadaku terasa sakit.
Sebenarnya saya tidak ingin mengecewakan pamanku, tetapi saya ga sanggup lagi. Hingga akhirnya saya pulang kampung kesumatera utara, nahh,,, disanalah saya diajak temanku ke pekanbaru. Saya pergilah ikut temanku ini kepekanbaru berharap dapat pekerjaan. Hari pertama saya ikut jadi kuli bangunan bersama teman dan orangtuanya. Saya tahu orangtua temanku ini cerewet seperti ibu-ibu. Orangtua temanku ini agak kejam sifatnya sungguh saya sampai sekarang ga tahu mau ngomong apa. Selama saya tinggal dengan mereka saya sangat sakit hati banget, dengan tidak merasa bersalah mereka menzolimiku ntah apa salahku.
Bersambung.......................!!!!!
Ada nasehat orangtuaku yang tak pernah saya lupakan yaitu santun, patuh pada orangtua dan bijak. Baru saat ini saya menyadari bahwa ada pepatah mengatakan " sesakit-sakitnya tinggal didekat orangtua lebih sakit tinggal didekat orang lain". Saya fikir dulu pepatah itu hanyalah sebuah "KATA" ternyata itu sungguhan. Artinyapun dalam setelah saya mengalaminya sendiri ditempat rantauku. Sungguh saya tidak pernah menyadarinya sebelumnya sampai saya mengalaminya.
Saya sudah hampir 10 tahun merantau meninggalkan kampung halaman. Baru tiga kali aku pulang menemui orangtua dan saudara-saudaraku disibolga. Kebetulan saya disumatera utara nama kampungku Sibolga,,, Sibolga itu kota kecil kota melayu pesisir berbatasan dengan sabang aceh, dari sanalah saya.sudah empat kota yang kujalani selama saya merantau. Mulai dari kalimantan barat, jakarta, pekan baru sampai bandung. Ditempat itulah saya mengasah diri, menimba pengalaman bagaimana cara menjalani hidup dengan sendiri. Waktu dikalimantan barat saya tinggal dirumah paman disanggau meskipun sebentar. Hampir satu bulan sampai pada akhirnya saya dibawa ketempat pamanku bekerja diperkebunan kelapa sawit PTPN. Diperusahaan salah satu BUMN , Jabatan pamanku disana sebagai Assisten Manager.
Walau demikian saya tidak berharap mendapat pekerjaan bagus, menurut orang saya lanyak mendapat pekerjaan yang baik karena jabatan pamanku. Namun saya tidak mau memanfaatkanya , mungkin ada yang ga percaya pekerjaan saya disana dulu pertama jadi kuli membersihkan parit tiap hari. Sampai saya mengajukan jadi karyawan pemanen buah sawit. Saya mengakui, saya tidak tahan dengan pekerjaan itu. Saya bekerja disana selama 1 tahun saja dikarenakan dadaku terasa sakit.
Sebenarnya saya tidak ingin mengecewakan pamanku, tetapi saya ga sanggup lagi. Hingga akhirnya saya pulang kampung kesumatera utara, nahh,,, disanalah saya diajak temanku ke pekanbaru. Saya pergilah ikut temanku ini kepekanbaru berharap dapat pekerjaan. Hari pertama saya ikut jadi kuli bangunan bersama teman dan orangtuanya. Saya tahu orangtua temanku ini cerewet seperti ibu-ibu. Orangtua temanku ini agak kejam sifatnya sungguh saya sampai sekarang ga tahu mau ngomong apa. Selama saya tinggal dengan mereka saya sangat sakit hati banget, dengan tidak merasa bersalah mereka menzolimiku ntah apa salahku.
Bersambung.......................!!!!!
No comments:
Post a Comment