Search This Blog

Monday, January 18, 2016

Hidup dirantau sungguh tak menyenangkan tuk berharap

     Sebelumnya saya mau minta maaf kepada ibuku yang saya kasihi dan kusayangi. Dulu kupikir ibuku adalah orang tua yang paling tegaan didunia. Ternyata saya sangat salah menilainya dengan pernyataanku selama ini. Ya memang saya mengakui dalam hatiku sangat marah, kesal, campur aduk yang tak dapat ku curahkan. Seperti dipostinganku sebelumnya, saya bercerita tidak sampai selesai. Namun saat ini saya akan menyelesaikannya biar separuh. Karena waktu yangkumiliki untuk buat postingan ga banyak.
     Semenjak saya kecil, saya merasa tidak pernah merasakan namanya kebahagiaan seperti yang dirasakan kebanyakan anak seusiaku. Masa kecilku sebenarnya terenggut oleh kedua orangtuaku terutama bapakku. Kenapa saya bilang seperti itu ??? Karena masa kecilku yang seharusnya berinteraksi bersama anak-anak sebayaku justru tidak diperbolehkan orangtuaku. Dilarang tuk melakukan seperti bermain bersama teman-teman anak lainnya, kata mereka tidak ada gunanya main. Sia-sia tanpa menghasilkan apa-apa, gitulah kata orangtuaku.
     Jujur saja dari lubuk hatiku jika mengingat semua itu, hatiku ga mau terima. Walaupun demikian orangtuaku tetap saja orangtuaku yang ga boleh saya benci apalagi dendam. Saya tidak mau jadi anak durhaka pada orangtuaku sendiri. Malahan saya justru ingin mengucapkan banyak,,, banyaaaaaakkkkkk terimakasih pada kedua orangtuaku yang memberiku pelajaran yang sangaaaattttt berharga dalam hidupku. Jadi kalau ada yang bertanya padaku " apakah aku tidak membalas yang sudah dilakukan kedua orangtuaku padaku ??? Maka saya akan menjawabnya "tidak" karena itu semua bukan ntk dibalaskan tetapi itu akan kubuat jadi motivasi dirantau ini.
     Dirantau sungguh tak dapat tuk berharap. Lebih menyedihkan dirantau ini. Dulu saya berharap setelah saya merantau hidup saya akan lebih baik namun malah sebaliknya. Saya bukannya kecewa yang kualami tapi saya harus terus berusaha.

No comments: