Inilah keluarga besarku mulai dari Bapak mama sampai kaka adexku. Kami 9 bersaudara 7 diantaranya perempuan da 2 laki-laki.
Sebenarnya saya pun tidak ingin menceritakan kisah saya. Soalnya saya tidak ingin dikasihani orang. Tetapi bukan itu masalahnya, yang saya sampaikan hanya motivasi dan inspirasi.
Gambar yang diatas adalah keluargaku, seperti yang sudah tadi kujelaskan. Kami 9 bersaudara diantara ke 9 saudaraku 2 diantaranya cowo ganteng dan 7 cewe cantik. Saya tidak tahu ntah dari mana saya memulai menceritakannya, sangkin banyak dan memilukannya dulu. Baiklah gini ceritanya :
Dulu antara tahun 1989 umurku sudah beranjak 3 tahun, saya ingat-ingat lupalah kejadiannya. Ya tahulah umur segitu kecil masih belum paham tapi sudah bisa merasakan pedihnya kehidupan. Kisah ini kami masih 4 bersaudara yang paling sulung dulu umurnya 7 tahun, nomor 2 umur 5 dan saya umur 3 dan yan nomor 4 masih bayi.
Saya tidak tahu apakah saya sedih menangis atau bagaimana jika mengingat dengan menceritakan kisah kecilku ini. Tetapi yang jelas ini kenyataan hidup yang harus dijalani. Coba bayangkan dulu kami masih kecil-kecil, masih belum tahu apa-apa. Badan kami masih bocah tetapi kami sudah mengalami namanya pahitnya hidup. Mulai kecil kami sudah orang yang tidak punya. Bapak pekerjaanya dulu nelayan yang tak seberapa pendapatannya. Ibu hanya seorang petani sawah. Bapak terkadang berbulan-bulan tidak pulang dari laut. Walaupun bapak pulang dari laut sering tak bawa duit, yang dibawa paling ikan kering yang sudah diasin. Pekerjaan bapak bukan nelayan saja dulu. Kalau bapak ga kelaut berlayar bapak juga bikin gula aren. Dulu kami tinggal dipinggiran desa alias jauh dari desa ya bisa dibilang rumah kami gubuk.
Saya setiap hari dulu bantuin bapak ibu. Membajak sawah buat gula aren sampai nemanin bapak kehutan ngambil kayu bakar. Bapak saya sangat keras mengajari tentang disiplin. Tidak boleh ada yang berbuat salah atau malas. Saya masih mengingat betul bagaimana bapak dulu begitu kerasnya mendidik kami.
Tahun 1992 saya sudah masuk SD kelas 1, saya masih mengingat sekali jika kami terlambat pulang dari sekolah , kami akan dimarahi bahkan dipukuli.

No comments:
Post a Comment